Competitions
Semifinal Piala Afrika 2025 mempertemukan Maroko dan Nigeria dalam laga sarat tensi yang berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium. Sejak menit awal, Maroko tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan bertubi-tubi ke pertahanan lawan. Namun, solidnya lini belakang Nigeria membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak tambahan, kedua tim masih kesulitan memecah kebuntuan. Maroko terus mencoba melalui kombinasi serangan cepat dan umpan-umpan terobosan, tetapi penyelesaian akhir belum membuahkan hasil. Nigeria pun lebih banyak bertahan sambil menunggu peluang serangan balik.
Ketika skor tetap 0-0 hingga 120 menit, laga harus ditentukan lewat adu penalti. Di momen inilah nama Yassine Bounou atau Bono tampil sebagai sosok pahlawan yang mengubah jalannya pertandingan dan nasib Maroko.
Dalam babak adu penalti, Yassine Bounou menunjukkan kualitas dan ketenangan kelas dunia. Kiper berusia 34 tahun itu berhasil membaca arah tendangan para algojo Nigeria dengan sangat baik. Dua penendang, Samuel Chukwueze dan Bruno Onyemaechi, gagal menaklukkan penjaga gawang andalan Maroko tersebut.
Tepisan Bono terhadap penalti Onyemaechi menjadi sorotan utama. Meski sempat bergerak lebih dulu ke sisi kiri, Bono masih mampu menjangkau bola yang mengarah ke tengah dengan satu tangan. Aksi refleks ini menuai pujian karena menunjukkan insting dan pengalaman tinggi di bawah mistar.
Berkat dua penyelamatan krusial tersebut, Maroko keluar sebagai pemenang adu penalti dengan skor 4-2. Kemenangan ini sekaligus menegaskan peran vital Bono sebagai spesialis adu penalti dalam pertandingan-pertandingan besar.
Catatan Opta menunjukkan bahwa Bono telah menggagalkan empat eksekusi penalti dalam dua adu penalti terakhir bersama Timnas Maroko. Sebelumnya, ia juga menjadi pahlawan saat menepis dua penalti Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2022, momen bersejarah bagi Singa Atlas.
Penampilan gemilang melawan Nigeria membuat Bono dinobatkan sebagai Man of the Match. Penghargaan tersebut terasa pantas mengingat kontribusinya yang menentukan dan ketenangannya dalam situasi paling menegangkan. Ia kembali membuktikan diri sebagai pemimpin di lini belakang.
Berkat kemenangan ini, Maroko melaju ke final Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak 2004. Di partai puncak, mereka akan menghadapi Senegal. Laga final dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/1) dini hari WIB, dengan Bono kembali diharapkan menjadi tembok terakhir menuju gelar juara. Jika ingin melihat lebih banyak kisah inspiratif dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!