Competitions
Declan Rice memahami bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi tantangan besar bagi Timnas Inggris. Sebagai salah satu pemain kunci The Three Lions, Rice menyadari harapan publik terhadap tim nasional sangat tinggi. Inggris sudah terlalu lama menunggu gelar internasional sejak terakhir kali menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1966. Turnamen yang akan digelar pada Juni mendatang menjadi kesempatan emas bagi generasi Inggris saat ini untuk mengakhiri puasa prestasi. Kehadiran pelatih Thomas Tuchel juga membuat ekspektasi terhadap skuad Inggris semakin besar karena publik percaya tim ini memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Rice mengaku siap menghadapi segala tekanan yang datang dari media maupun suporter. Baginya, menjadi pemain timnas Inggris memang selalu identik dengan tuntutan besar dan perhatian luar biasa dari publik sepak bola dunia.
Declan Rice menilai suasana di dalam skuad Inggris saat ini jauh lebih harmonis dibanding generasi sebelumnya. Pada masa lalu, rivalitas antarklub sering memengaruhi hubungan pemain saat membela tim nasional sehingga kekompakan tim tidak terbentuk dengan baik.
Kini kondisi tersebut mulai berubah. Rice menyebut para pemain Inggris memiliki hubungan yang sangat dekat, baik di dalam maupun luar lapangan. Mereka tetap bersahabat meski bermain untuk klub yang saling bersaing di kompetisi domestik.
Menurut Rice, kedekatan antarpemain menjadi salah satu alasan Inggris mampu tampil konsisten dalam beberapa turnamen terakhir. Keharmonisan itu membuat suasana tim lebih nyaman dan membantu pemain tampil lebih percaya diri saat membela negara.
Rice juga menyadari bahwa menjadi pemain Inggris berarti harus siap menghadapi perubahan sikap publik yang sangat cepat. Dalam sepak bola, seorang pemain bisa dipuji setinggi langit ketika menang, tetapi juga langsung mendapat kritik tajam saat hasil buruk datang.
Gelandang Arsenal itu menyebut situasi tersebut sebagai bagian dari âlove and hate relationshipâ antara pemain dan suporter. Namun, Rice memilih untuk tetap fokus pada permainan dan tidak terlalu larut dalam tekanan media sosial maupun opini publik.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal lawan di lapangan, tetapi juga bagaimana menjaga mental tetap kuat di tengah sorotan besar. Rice percaya pemain harus menerima semua kritik dan dukungan dengan sikap profesional.
Rice juga diproyeksikan menjadi pusat permainan Inggris di lini tengah selama turnamen berlangsung. Dengan pengalaman dan mentalitas yang terus berkembang, ia diharapkan mampu membawa Inggris tampil lebih kuat dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!