Competitions
Xabi Alonso kini memasuki fase baru dalam karier kepelatihannya setelah resmi berpisah dengan Real Madrid. Masa baktinya di Santiago Bernabeu terbilang singkat, hanya delapan bulan, sebelum akhirnya diakhiri oleh manajemen klub. Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab, mulai dari kegagalan meraih Piala Super Spanyol hingga isu keretakan di ruang ganti.
Keputusan pemecatan itu tentu mengejutkan, mengingat Alonso sebelumnya dipandang sebagai pelatih muda dengan potensi besar. Namun, dunia sepak bola elite memang penuh tekanan, terlebih di klub sebesar Real Madrid yang menuntut hasil instan. Meski demikian, reputasi Alonso tak serta-merta runtuh akibat kegagalan tersebut.
Dari berbagai laporan media Spanyol, Alonso disebut tidak ingin terlalu lama menganggur. Ia siap membuka pintu untuk proyek baru, asalkan sesuai dengan visinya. Menariknya, satu nama klub disebut sudah lama ada di benaknya, yakni Liverpool, tim yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain.
Liverpool bukan tempat asing bagi Xabi Alonso. Ia pernah membela The Reds pada periode 2004 hingga 2009 dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan klub, termasuk saat menjuarai Liga Champions. Hubungan emosional itu diyakini masih sangat kuat hingga sekarang.
Tak sedikit pendukung Liverpool yang memimpikan Alonso kembali ke Anfield, kali ini sebagai pelatih kepala. Gaya bermain cerdas dan karismanya di lapangan dinilai cocok dengan filosofi klub. Alonso pun dikabarkan sangat tertarik, bahkan disebut siap menunggu panggilan resmi dari manajemen Liverpool.
Meski demikian, peluang itu belum sepenuhnya terbuka. Liverpool saat ini masih ditangani Arne Slot, yang terikat kontrak hingga musim panas 2027. Artinya, Alonso harus bersabar jika memang ingin kembali ke klub yang pernah memberinya kejayaan.
Masa depan Arne Slot di Liverpool dinilai masih bisa berubah. Meski kontraknya tersisa cukup panjang, hasil akhir musim ini akan sangat menentukan posisinya. Liverpool masih bersaing di Piala FA, Liga Champions, dan Liga Inggris, meski peluang juara liga cukup berat.
Selisih 14 poin dari Arsenal di puncak klasemen Premier League membuat peluang juara semakin menipis. Namun, dua kompetisi lainnya masih memberi harapan bagi Slot untuk mempersembahkan trofi dan mengamankan posisinya.
Jika Liverpool gagal meraih gelar musim ini, dinamika bisa berubah dengan cepat. Dalam situasi itulah, nama Xabi Alonso berpotensi mencuat sebagai opsi ideal. Bagi Alonso, menunggu panggilan Liverpool bukan sekadar soal pekerjaan, melainkan tentang pulang ke rumah yang pernah memberinya sejarah besar. Pantau dan update terus pembahasan terbaru seputar sepak bola lainnya hanya di ShotsGoal!