Competitions
Wacana boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat terus ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Isu ini tidak lepas dari memanasnya situasi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dengan sejumlah negara, khususnya di kawasan Eropa. Ketegangan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Amerika Serikat disebut memicu polemik internasional terkait sikap politik luar negerinya. Salah satu isu yang mencuat adalah ambisi penguasaan Greenland, wilayah yang berada di bawah kedaulatan Denmark. Situasi ini diperparah dengan pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman.
Meski rencana pemberlakuan tarif dagang tinggi sempat dibatalkan, hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah negara masih berada dalam kondisi sensitif. Ketidakpastian ini kemudian merembet ke dunia olahraga, memunculkan kekhawatiran bahwa Piala Dunia 2026 berpotensi terseret kepentingan politik.
Seiring memanasnya situasi global, seruan boikot terhadap Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat pun mulai terdengar. Beberapa pihak menilai AS terlalu jauh mencampuri urusan internasional, termasuk dalam kasus penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, serta penguasaan sumber daya minyak negara tersebut.
Isu ini semakin menguat ketika wakil Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Oke Gottlich, secara terbuka menyuarakan pandangannya. Gottlich mempertanyakan kapan waktu yang tepat untuk membahas boikot secara serius dan terbuka di tingkat internasional.
Menurutnya, sepak bola tidak bisa sepenuhnya dipisahkan dari konteks politik global. Ketika situasi dianggap mengancam nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian, maka diskusi mengenai boikot menjadi hal yang wajar untuk dilakukan.
Oke Gottlich juga mengingatkan publik pada sejarah boikot Olimpiade Moskow 1980. Saat itu, Amerika Serikat memimpin boikot sebagai respons atas invasi Uni Soviet ke Afghanistan. Ia menilai preseden tersebut relevan untuk dijadikan bahan refleksi.
Dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, sebanyak 78 laga akan digelar di Amerika Serikat. Fakta ini membuat peran AS sangat dominan, sehingga dampak politik dinilai lebih besar dibandingkan negara tuan rumah lain.
Gottlich, yang juga menjabat sebagai presiden klub Bundesliga St Pauli, menegaskan bahwa ancaman saat ini bahkan bisa lebih besar dibandingkan situasi pada 1980. Ia menilai semua pihak perlu duduk bersama dan membahas kemungkinan boikot secara matang demi menjaga integritas sepak bola dunia. Ingin update berita Piala Dunia 2026 paling seru dan cepat? Cek sekarang dengan ShotsGoal!