Competitions
Sorotan tajam kini mengarah ke ruang medis Real Madrid setelah muncul laporan dugaan salah diagnosis cedera pemain. Kasus awal mencuat dari kondisi Kylian Mbappe yang disebut sempat diperiksa pada lutut yang salah. Isu ini langsung menjadi perhatian media dan penggemar karena menyangkut salah satu bintang terbesar dunia. Dugaan kesalahan diagnosis tersebut diyakini memengaruhi kondisi Mbappe di lapangan, termasuk keharusan menepi dalam beberapa pertandingan penting. Namun, cerita tidak berhenti di Mbappe. Laporan terbaru menyebut pemain muda Eduardo Camavinga juga menjadi korban kesalahan medis serupa, menimbulkan pertanyaan serius mengenai prosedur dan pengawasan departemen medis klub raksasa Spanyol ini.
Eduardo Camavinga Menurut laporan L'Equipe, Eduardo Camavinga mengalami salah diagnosis saat cedera pergelangan kaki pada Desember 2025. Insiden terjadi saat menghadapi Athletic Bilbao, ketika ia sempat mencetak gol tetapi harus ditarik keluar karena kesakitan.
Kesalahan fatal terjadi saat pemeriksaan lanjutan. Tim medis melakukan pemindaian MRI pada kaki kanan, padahal cedera ada di kaki kiri. Hasil pemindaian menunjukkan kondisi normal, sehingga Camavinga dinyatakan fit dan masuk skuad melawan Celta, meski akhirnya tidak dimainkan.
Akibatnya, Camavinga harus absen di tiga laga berikutnya. Saat kembali bermain melawan Sevilla, ia hanya diberi waktu sekitar 15 menit di lapangan. Kesalahan ini menunjukkan adanya celah serius dalam koordinasi medis klub.
Sebelumnya, Mbappe juga dikaitkan dengan dugaan salah diagnosis lutut. Media besar seperti RMC Sport, El Pais, dan The Athletic memberitakan bahwa lutut Mbappe sempat diperiksa secara keliru, memperparah cedera yang ia alami.
Namun, Mbappe memberikan bantahan tegas dalam konferensi pers bersama tim nasional Prancis. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan menyoroti minimnya komunikasi sebagai faktor yang memicu salah paham.
Meski Mbappe membantah kabar tersebut, kasus ini tetap memicu perhatian luas dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar serta prosedur pemeriksaan medis di internal klub Real Madrid.
Meski Mbappe membantah, kasus ini tetap berdampak besar di internal Real Madrid. Kesalahan diagnosis disebut menjadi pemicu perombakan staf medis, termasuk pengangkatan kembali Dr. Niko Mihic sebagai kepala departemen medis. Langkah ini diambil untuk memastikan prosedur medis lebih akurat dan mencegah insiden serupa. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!