Competitions
Timnas Italia Jelang final playoff Piala Dunia 2026, sejumlah pemain Timnas Italia tertangkap kamera merayakan kemenangan Timnas Bosnia & Herzegovina atas Wales di semifinal. Aksi ini langsung viral dan menimbulkan pertanyaan, apakah Gli Azzurri lebih memilih Bosnia sebagai lawan final. Federico Dimarco dan rekan-rekan terlihat gembira, namun reaksi ini dinilai berlebihan mengingat laga final belum dimainkan. Selebrasi dini ini langsung menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk mantan gelandang Bosnia, Miralem Pjanic, yang menyatakan tidak memahami sikap para pemain Italia tersebut. Pjanic menekankan bahwa Bosnia menunggu Italia dengan sikap terbuka, dan perayaan sebelum bertanding justru bisa memotivasi lawan. Ia memperingatkan bahwa Italia akan menghadapi tekanan besar di Zenica dan butuh karakter kuat untuk menang.
Selain Pjanic, legenda Italia Dino Zoff mengkritik selebrasi dini para pemain yang dinilai kontraproduktif, justru berpotensi memotivasi lawan lebih kuat menjelang pertandingan penting.
Ia menegaskan bahwa sebagai pemain, sikap seperti itu seharusnya dihindari. Namun, meski kecewa, Zoff tetap optimistis terhadap kemampuan Italia melawan Bosnia, terutama setelah melihat kemenangan penting Italia atas Irlandia Utara sebelumnya.
Komentar Dino Zoff menekankan pentingnya profesionalisme dan fokus, terutama karena laga ini menjadi misi krusial Italia untuk kembali ke Piala Dunia setelah gagal dalam dua edisi sebelumnya.
Italia akan bertanding di Stadion Bilino Polje, Zenica, dengan kapasitas hanya 11 ribu penonton, Rabu (1/4/2026). Namun, atmosfer di stadion diprediksi seperti 30 ribu penonton karena para suporter Bosnia akan berdiri di samping lapangan, bernyanyi, dan menciptakan tekanan maksimal.
Menurut Pjanic, kondisi stadion jadul dengan ruang ganti sempit menambah ketidaknyamanan bagi lawan. Intensitas suara dan semangat suporter Bosnia dipastikan membuat Italia menghadapi tekanan yang jauh lebih berat daripada sekadar kapasitas resmi stadion.
Situasi menegangkan ini menuntut Italia tampil penuh fokus dan disiplin, sekaligus mampu mengendalikan emosi, agar tetap solid di lapangan dan tidak terganggu oleh tekanan suporter maupun kondisi eksternal.
Laga di Zenica bukan sekadar pertandingan, tapi ujian karakter, strategi, dan profesionalisme Italia yang harus mampu mengatasi gangguan eksternal sekaligus menuntaskan misi kembalinya mereka ke panggung Piala Dunia. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!