Competitions
Piala Afrika atau Africa Cup of Nations (AFCON) edisi ke-35 yang digelar di Maroko sejak 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026 kembali menjadi sorotan dunia. Turnamen paling bergengsi di Benua Hitam ini tidak hanya menghadirkan persaingan memperebutkan trofi, tetapi juga menyuguhkan kisah-kisah sejarah yang sarat makna.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1957, AFCON telah menjadi panggung lahirnya legenda-legenda sepak bola Afrika. Dari generasi ke generasi, turnamen ini selalu melahirkan pemain hebat dengan rekor yang sulit ditandingi. Setiap edisi menambah catatan penting dalam perjalanan panjang sepak bola Afrika.
AFCON juga dikenal sebagai ajang yang sarat emosi dan kejutan. Gol cepat, penampilan heroik, hingga loyalitas pemain terhadap tim nasional menjadi daya tarik tersendiri yang membuat turnamen ini selalu dinanti penggemar di seluruh dunia.
Nama Samuel Eto'o masih berdiri paling depan dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Afrika. Legenda Kamerun tersebut mencetak 18 gol dari 29 pertandingan dalam enam edisi AFCON yang diikutinya, sebuah rekor yang hingga kini belum mampu dipatahkan.
Di bawah Eto'o, terdapat nama-nama besar lain seperti Laurent Pokou dari Pantai Gading dengan 14 gol, Rashidi Yekini asal Nigeria dengan 13 gol, serta Hassan El-Shazly dari Mesir yang mengoleksi 12 gol. Patrick Mboma dan Hossam Hassan melengkapi daftar elite dengan torehan 11 gol.
Rekor gol ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi dan ketajaman para striker Afrika. Eto'o sendiri menjadi simbol striker komplet yang mampu bersinar di level klub maupun tim nasional dalam waktu yang panjang.
Selain soal gol, AFCON juga mencatat rekor loyalitas pemain. Empat nama tercatat tampil di delapan edisi turnamen berbeda, yakni Rigobert Song, Ahmed Hassan, Andre Ayew, dan Youssef Msakni. Mereka menjadi contoh dedikasi luar biasa untuk negaranya selama lebih dari satu dekade.
Tak kalah ikonik adalah rekor gol tercepat. Gol-gol kilat yang tercipta di menit pertama, seperti milik Hassan El-Shazly (1974), Ayman Mansour (1994), hingga Soufiane Alloudi (2008), selalu menjadi momen yang membekas dalam sejarah AFCON.
Kombinasi rekor gol, loyalitas, dan momen cepat inilah yang membuat Piala Afrika istimewa. AFCON bukan sekadar turnamen, melainkan panggung legenda yang kisahnya terus hidup dari generasi ke generasi. Simak terus kabar terbaru seputar sepak bola, dari analisis mendalam, hingga berita eksklusif lainnya hanya di ShotsGoal!