Competitions
Kepindahan Raheem Sterling ke Chelsea pada musim panas 2022 disambut dengan ekspektasi tinggi. The Blues menebusnya dari Manchester City dengan biaya sekitar 56 juta euro, angka yang mencerminkan statusnya sebagai salah satu winger terbaik di Liga Inggris saat itu.
Sterling datang dengan rekam jejak gemilang. Bersama Manchester City, ia meraih berbagai trofi bergengsi dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan tim. Pengalaman dan kualitasnya diharapkan mampu meningkatkan daya serang Chelsea yang kala itu sedang dalam masa transisi.
Selain biaya transfer yang besar, Chelsea juga memberikan gaji fantastis kepada Sterling. Ia menerima sekitar 325 ribu pounds per pekan, menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di liga. Investasi besar ini menunjukkan betapa klub menaruh kepercayaan penuh pada kontribusinya.
Selama berseragam Chelsea, Sterling tampil dalam 81 pertandingan dengan catatan 19 gol dan 15 assist. Statistik tersebut sebenarnya tidak buruk, tetapi dinilai belum sepadan dengan ekspektasi tinggi dan nilai investasi klub terhadapnya.
Performa yang tidak konsisten membuatnya kerap menjadi sorotan. Dalam beberapa pertandingan penting, ia gagal memberikan dampak signifikan. Situasi ini membuat posisinya di tim utama mulai tergeser oleh pemain lain yang tampil lebih stabil.
Chelsea sempat meminjamkannya ke Arsenal pada musim 2024/25 dengan harapan bisa dipermanenkan. Namun, ia lebih sering duduk di bangku cadangan dan akhirnya dikembalikan. Kegagalan tersebut semakin mempertegas bahwa karier Sterling di London Barat tidak berjalan sesuai rencana.
Pada Januari 2026, Chelsea dan Sterling resmi berpisah setelah kontraknya diputus. Keputusan ini diambil setelah sang pemain dibekukan dari skuad utama dan hanya berlatih bersama tim akademi. Situasi tersebut menandakan hubungan yang sudah sulit diperbaiki.
Sterling kemudian bergabung dengan Feyenoord hingga akhir musim 2025/26. Kepindahan ini memberinya kesempatan untuk kembali bermain setelah lama tidak merumput. Meski demikian, durasi kontrak yang singkat menunjukkan bahwa ini lebih sebagai langkah penyelamatan karier.
Bagi Chelsea, kepergian Sterling menjadi kerugian finansial dan strategis. Investasi besar yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kontribusi yang diterima. Transfer ini pun kerap disebut sebagai salah satu keputusan bisnis terburuk klub dalam beberapa tahun terakhir. Saksikan terus pembahasan terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!