Competitions
PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kebersamaan dengan salah satu pemain asingnya, Rafael De Sa Rodrigues, atau Rafinha, pada akhir Desember 2025. Pemain asal Brasil tersebut dilepas ke PSIS Semarang setelah melalui proses diskusi antara manajemen dan pemain. Keputusan ini menjadi momen emosional, mengingat peran besar Rafinha dalam perjalanan PSIM beberapa musim terakhir.
Pada musim ini, Rafinha memang tidak banyak mendapat kesempatan tampil di lapangan. Ia hanya mencatatkan tiga kali penampilan dan bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain pada enam laga terakhir PSIM. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai masa depannya bersama Laskar Mataram.
Manajemen PSIM akhirnya mengambil langkah terbaik demi kepentingan kedua belah pihak. Manajer PSIM, Razzi Taruna, menyebut keputusan melepas Rafinha merupakan hasil kesepakatan bersama. Klub menilai langkah ini penting agar sang pemain bisa kembali mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten.
Kontribusi Rafinha untuk PSIM tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemain berusia 31 tahun itu menjadi sosok kunci saat PSIM berhasil promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Perannya di lapangan sangat krusial dalam membawa klub kembali bersaing di level elite.
Pada musim promosi, Rafinha tampil luar biasa dengan torehan 20 gol dari 22 pertandingan. Ketajamannya menjadi senjata utama PSIM dalam menghadapi persaingan ketat. Gol-gol Rafinha bukan hanya menghadirkan kemenangan, tetapi juga membangkitkan semangat tim dan kepercayaan diri suporter.
Atas dedikasi tersebut, PSIM memberikan penghormatan istimewa kepada Rafinha. Klub memutuskan untuk memensiunkan nomor punggung 91 yang identik dengan sang pemain. Keputusan ini menjadi simbol penghargaan atas jasa besar Rafinha dalam sejarah PSIM Yogyakarta.
Selama membela PSIM, Rafinha dikenal dekat dengan suporter. Dukungan dari tribun menjadi salah satu kekuatan yang selalu ia rasakan saat bermain. Tak heran, kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi pendukung setia Laskar Mataram.
Dalam pesan perpisahannya, Rafinha menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh suporter PSIM. Ia mengaku merasakan cinta dan dukungan luar biasa selama membela klub. Ungkapan tersebut mencerminkan hubungan emosional yang terjalin kuat antara pemain dan pendukung.
Kini, Rafinha membuka lembaran baru bersama PSIS Semarang. Sementara itu, PSIM Yogyakarta melangkah ke depan dengan mengenang kontribusi sang striker. Dipensiunkannya nomor punggung 91 menjadi bukti bahwa nama Rafinha akan selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan klub kebanggaan Yogyakarta. Nantikan terus update eksklusif seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!