Competitions
Liga Konferensi. Hasil imbang melawan HSK Zrinjski Mostar di ajang Liga Konferensi UEFA menjadi titik panas bagi Crystal Palace. Bermain di stadion kecil berkapasitas sekitar 9.000 penonton di Bosnia, Palace sempat unggul lebih dulu lewat gol Ismaila Sarr. Harapan untuk melangkah lebih dekat ke babak 16 besar pun sempat terbuka lebar. Namun, situasi berubah ketika Karlo Abramovic menyamakan kedudukan di awal babak kedua. Gol tersebut membuat Palace gagal membawa pulang kemenangan penting. Hasil ini semakin terasa pahit karena tim hanya meraih satu kemenangan dari 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Meski tekanan dari suporter meningkat, manajemen Palace mengambil sikap tegas. Berdasarkan laporan jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano, klub memutuskan untuk mempertahankan Glasner hingga akhir musim.
Keputusan ini menunjukkan bahwa dewan direksi masih percaya pada kemampuan pelatih asal Austria tersebut. Walau suasana sempat tegang di Selhurst Park, pihak klub tidak ingin membuat keputusan terburu-buru di tengah musim yang penuh tantangan.
Glasner sendiri sebelumnya sudah menyatakan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya yang berakhir musim panas nanti. Artinya, kebersamaan ini memang akan selesai, tetapi Palace memilih menjaga stabilitas tim hingga kompetisi berakhir.
Salah satu momen paling kontroversial musim ini adalah penjualan kapten tim, Marc Guehi, ke Manchester City pada bursa transfer Januari. Keputusan tersebut terjadi sehari sebelum pertandingan penting Liga Inggris, membuat Glasner merasa timnya tidak mendapat dukungan maksimal.
Ia secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap waktu penjualan tersebut. Menurutnya, tim sedang membangun momentum latihan penuh untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, tetapi justru kehilangan pemimpin di lini belakang.
Meski sempat meluapkan emosi, Glasner kemudian menjelaskan bahwa ia telah berdiskusi panjang dengan ketua klub, Steve Parish. Percakapan itu disebut berjalan baik dan memperjelas situasi yang sempat memanas di internal klub.
Kini, Palace berupaya menutup musim dengan performa yang lebih stabil. Dukungan manajemen menjadi modal penting bagi Glasner untuk menjaga fokus tim, sekaligus membuktikan bahwa keputusan mempertahankannya bukanlah kesalahan. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!