Competitions
Neymar menghadapi masalah serius setelah pertandingan Santos melawan Remo, yang berakhir 2-0. Meski timnya menang, pemain bintang Brasil itu terlihat kesal setelah mendapat kartu kuning ketiganya dalam empat laga terakhir. Kartu ini membuatnya absen di pertandingan berikutnya melawan Flamengo. Ketegangan muncul dari adu argumen dengan wasit Savio Pereira Sampaio. Neymar merasa keputusan wasit tidak adil, terutama karena ia mengaku dilanggar dari belakang. Ia menilai tindakan wasit tersebut sangat tidak sportif, terlebih lagi terjadi di akhir pertandingan. Namun, yang paling menjadi sorotan bukan kartu kuning, melainkan komentar kontroversial Neymar terhadap wasit. Ucapan yang bernada seksisme itu kini membuatnya terancam hukuman berat, bahkan hingga 12 pertandingan.
Setelah pertandingan, Neymar melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Ia menyebut wasit âbangun dalam keadaan sensitif (masa menstruasi)â dan menyinggung keadaan pribadi wasit. Pernyataan ini dianggap bernada seksisme dan menjadi sorotan media serta publik.
Selain itu, Neymar juga menilai wasit ingin menjadi pusat perhatian dan kurang menghormati pemain. Ia menyebutkan bahwa dialog yang seharusnya terjadi antara pemain dan wasit tidak berjalan, sehingga pertandingan menjadi tidak menyenangkan.
Komentar ini menimbulkan kecaman dari banyak pihak dan berpotensi berujung pada sanksi berat. Jika hukuman tersebut dijatuhkan, bukan hanya karier Neymar di klub, tetapi juga peluangnya memperkuat Brasil di Piala Dunia 2026 akan sangat terpengaruh.
Jika otoritas sepak bola Brasil memutuskan menjatuhkan sanksi maksimal, Neymar bisa absen hingga 12 pertandingan. Hal ini membuat kansnya tampil di Piala Dunia 2026 semakin tipis, mengingat usianya kini 34 tahun dan pelatih tim nasional kemungkinan besar akan mempertimbangkan pemain lain.
Neymar sendiri sebelumnya telah menekankan bahwa adu argumen dan protes adalah bagian dari sepak bola. Namun, komentar yang menyentuh ranah pribadi dan bernada seksisme berbeda dan sangat sensitif, sehingga membuat federasi sulit memberi toleransi.
Neymar kini berada di posisi kritis, bukan hanya kariernya di klub yang terancam, tetapi reputasi dan citranya sebagai pemain profesional juga bisa tercoreng serius akibat ucapan kontroversialnya baru-baru ini.
Jika sanksi maksimal benar-benar berlaku, peluang Neymar untuk tampil di panggung terbesar dunia dan menjaga reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik Brasil bisa benar-benar hilang. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!