Competitions
Manchester City tengah berada dalam periode sulit pada Januari 2026. Setelah tumbang di Derby Manchester melawan Manchester United, pasukan Pep Guardiola kembali menelan kekalahan mengejutkan di ajang Liga Champions. Kali ini, The Citizens dipermalukan Bodo/Glimt dengan skor 1-3 di Norwegia, sebuah hasil yang jauh dari prediksi banyak pihak.
Kekalahan tersebut menambah panjang catatan inkonsistensi Man City dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai tim bertabur bintang dan langganan juara, performa naik-turun ini memunculkan tanda tanya besar terkait kestabilan permainan dan mental tim di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Dua kekalahan beruntun di ajang berbeda juga menjadi alarm bahwa Man City tidak sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Situasi ini membuat Guardiola dan staf pelatih harus segera mencari solusi agar tren negatif tidak berlanjut ke laga-laga krusial berikutnya.
Kekalahan dari Manchester United di Old Trafford menjadi awal dari periode sulit Man City. Dalam laga tersebut, City kalah 0-2 dari rival sekota mereka yang tampil lebih agresif dan efektif. Meski sempat menciptakan sejumlah peluang, City gagal memaksimalkannya, bahkan beberapa kesempatan harus pupus akibat VAR dan mistar gawang.
Hasil itu terasa menyakitkan karena terjadi di laga prestisius Premier League. Selain kehilangan poin penting, kekalahan tersebut juga memengaruhi kepercayaan diri pemain. Manchester United terlihat lebih siap secara mental, sementara City tampak kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.
Derby Manchester tersebut menjadi gambaran bahwa dominasi City di Inggris tidak lagi mutlak. Tim-tim lawan mulai menemukan cara untuk meredam permainan City, terutama ketika mereka gagal mencetak gol lebih awal.
Harapan bangkit justru sirna saat Man City bertandang ke markas Bodo/Glimt pada matchday ketujuh Liga Champions. Meski diunggulkan, City justru kalah 1-3 dari tuan rumah yang sebelumnya belum pernah menang di kompetisi tersebut. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini.
Kekalahan tersebut berdampak langsung pada klasemen. Man City kini berada di posisi ketujuh dan terancam keluar dari delapan besar, zona aman untuk lolos langsung ke babak berikutnya. Kehilangan poin di laga ini membuat persaingan semakin ketat.
Secara keseluruhan, Januari 2026 menjadi bulan yang berat bagi Man City. Dari tujuh laga di semua kompetisi, mereka hanya meraih dua kemenangan. Inkonsistensi ini menegaskan bahwa City perlu segera berbenah jika ingin tetap bersaing di level tertinggi, baik di Inggris maupun Eropa. Saksikan terus update pembahasan sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!