Competitions
Sepak bola Thailand sempat menghadapi krisis finansial serius akibat sengketa hak siar yang berlangsung sejak 2016. Konflik tersebut bermula ketika kontrak penyiaran Liga Thailand antara FAT dan Siam Sport dihentikan secara sepihak oleh kepemimpinan sebelumnya. Keputusan ini memicu gugatan hukum yang berujung pada beban utang besar bagi federasi.
Mahkamah Agung Thailand pada 6 Maret 2025 memenangkan gugatan Siam Sport. FAT diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 360 juta baht ditambah bunga 200 juta baht. Total kewajiban tersebut menjadi pukulan telak bagi stabilitas keuangan sepak bola nasional yang tengah berusaha berkembang di tingkat regional Asia Tenggara.
Situasi mulai berubah ketika Nualphan Lamsam, atau yang akrab disapa Madam Pang, kembali terpilih sebagai Presiden FAT pada 2024. Di bawah kepemimpinannya, fokus utama federasi adalah menyelamatkan sepak bola Thailand dari krisis utang sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola organisasi.
Madam Pang mengambil langkah strategis dengan melakukan negosiasi ulang bersama Siam Sport. Upaya ini membuahkan hasil positif karena FAT hanya diwajibkan membayar utang pokok tanpa bunga. Keputusan tersebut secara signifikan mengurangi beban finansial federasi dan membuka jalan menuju pemulihan.
Selama setahun terakhir, FAT bekerja keras mengumpulkan dana untuk melunasi kewajiban tersebut. Madam Pang bahkan menggunakan dana pribadi untuk membantu proses pembayaran, menunjukkan komitmen dan tanggung jawabnya terhadap masa depan sepak bola Thailand. Langkah ini mendapat simpati luas dari masyarakat dan pelaku sepak bola.
Selain itu, FAT menggelar kampanye "Thailand Love Thai Football" sebagai gerakan nasional penggalangan dana. Program ini mencakup penjualan merchandise, konser, pertunjukan panggung, serta pertandingan persahabatan. Dukungan publik yang besar menjadi bukti bahwa sepakbola tetap menjadi pemersatu masyarakat Thailand.
Tidak hanya fokus pada pelunasan utang, Madam Pang juga melakukan reformasi sistem hak siar untuk mencegah masalah serupa di masa depan. FAT kini menerapkan regulasi yang lebih transparan dan profesional dalam pengelolaan kontrak penyiaran Liga Thailand.
Hak siar Liga Thailand untuk musim 2025-2026 hingga 2028-2029 berhasil dijual dengan nilai 2 miliar baht, dengan opsi perpanjangan dua musim. Kesepakatan ini memberikan stabilitas finansial jangka panjang sekaligus meningkatkan nilai komersial kompetisi domestik.
FAT juga meningkatkan dukungan finansial kepada klub-klub profesional di tiga divisi. Bantuan ini akan dicairkan dalam empat tahap untuk memastikan pengelolaan dana yang lebih terstruktur. Dengan kombinasi pelunasan utang dan reformasi tata kelola, sepak bola Thailand kini berada di jalur yang lebih sehat dan berkelanjutan. Nantikan terus berita dan analisis mendalam seputar sepak bola terbaru lainnya hanya di ShotsGoal!