Competitions
Pertandingan Liga Tunisia menjadi perhatian publik setelah laga digelar pada siang hari saat bulan Ramadan. Duel antara CS Sfaxien dan AS Gabes pada Minggu (1/3/2026) memicu perdebatan luas karena dimainkan pukul 13.00 waktu setempat, ketika matahari sedang terik-teriknya.
Laga yang berlangsung di Stade Taieb Mhiri itu berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk CS Sfaxien. Meski pertandingan berjalan kompetitif, kondisi cuaca panas menjadi tantangan besar bagi para pemain dari kedua tim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Bermain di bawah suhu tinggi tanpa asupan makanan dan minuman tentu menjadi ujian fisik yang berat. Intensitas pertandingan tetap tinggi, namun terlihat jelas para pemain harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan berakhir, sejumlah pemain dilaporkan langsung terjatuh di lapangan. Beberapa di antaranya bahkan mengalami pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi setelah bertanding dalam kondisi panas ekstrem saat berpuasa.
Tim medis dengan sigap memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Para pemain yang tumbang segera diperiksa dan mendapatkan penanganan medis guna memastikan kondisi mereka stabil. Momen tersebut terekam kamera dan dengan cepat menyebar di media sosial.
Foto-foto para pemain yang terkapar di lapangan memicu reaksi beragam dari publik. Banyak warganet menyayangkan keputusan penyelenggara yang tetap menggelar laga di siang hari selama Ramadan tanpa mempertimbangkan kondisi fisik para atlet.
Kritik pun mengarah kepada otoritas Liga Tunisia yang dianggap kurang bijak dalam menyusun jadwal pertandingan. Banyak pihak menilai laga seharusnya digelar pada malam hari setelah waktu berbuka puasa demi menjaga kesehatan dan keselamatan pemain.
Sejumlah negara mayoritas Muslim biasanya menyesuaikan jadwal kompetisi selama Ramadan. Pertandingan digeser ke malam hari agar para pemain dapat berbuka puasa terlebih dahulu sebelum bertanding, sehingga kondisi fisik lebih terjaga.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak liga terkait insiden tersebut. Namun, desakan untuk mengevaluasi jadwal pertandingan semakin kuat. Publik berharap ke depan kesejahteraan dan keselamatan pemain menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Jika ingin melihat lebih banyak pembahasan terupdate dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!