Competitions
Arsenal masih memimpin klasemen Liga Inggris meski baru saja menelan kekalahan 2-3 dari Manchester United pada akhir pekan lalu. Tim asuhan Mikel Arteta itu mengoleksi 50 poin dari 23 pertandingan dan tetap berada di posisi teratas persaingan juara musim ini.
Keunggulan Arsenal pun belum sepenuhnya aman. Mereka hanya unggul empat poin dari dua pesaing terdekat, Manchester City dan Aston Villa, yang sama-sama mengoleksi 46 poin. Dengan sisa musim yang masih panjang, persaingan menuju gelar Premier League dipastikan berlangsung ketat hingga pekan terakhir.
Di tengah posisi puncak klasemen tersebut, kritik justru datang dari legenda Manchester United, Paul Scholes. Mantan gelandang Inggris itu menyebut Arsenal berpotensi menjadi tim terburuk yang pernah menjuarai Liga Inggris jika benar-benar finis sebagai kampiun.
Paul Scholes mengaku tidak terkesan dengan cara bermain Arsenal musim ini. Menurutnya, The Gunners terlalu bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol dan kurang memiliki kreativitas dari permainan terbuka.
Ia membandingkan Arsenal dengan para juara Liga Inggris sebelumnya, terutama Liverpool dan Manchester City, yang dikenal memiliki lini serang tajam dan menghibur. Scholes menilai Arsenal belum menunjukkan kualitas ofensif yang sama untuk pantas disebut juara dominan.
Dalam komentarnya, Scholes juga menyoroti minimnya kontribusi gol dari pemain depan Arsenal. Ia menyebut Bukayo Saka sebagai satu-satunya pemain yang mendekati kategori spesial, namun performanya musim ini dinilai belum cukup luar biasa.
Kritik Scholes semakin diperkuat oleh data performa para penyerang Arsenal. Bukayo Saka tercatat belum mencetak gol dalam 13 pertandingan terakhir di semua kompetisi, sebuah catatan yang cukup mengkhawatirkan untuk pemain kunci tim.
Selain Saka, Gabriel Martinelli juga tengah mengalami paceklik gol. Winger asal Brasil itu sudah 13 laga Premier League tanpa mencatatkan namanya di papan skor, membuat beban mencetak gol semakin berat bagi lini tengah dan bek Arsenal.
Sementara itu, Viktor Gyokeres juga belum menunjukkan ketajaman maksimal. Dalam 11 laga terakhir, ia hanya mampu mencetak gol dari titik penalti. Jika Arsenal ingin membuktikan diri sebagai juara yang layak, peningkatan produktivitas lini depan menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan. Saksikan terus pembahasan terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!