Competitions
Pertandingan Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Estadio da Luz berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi Los Blancos. Gol tunggal dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-50, yang sekaligus menjadi momen penentu dalam leg pertama play-off 16 besar. Namun, kemenangan tersebut ternoda oleh kontroversi dugaan hinaan rasial di lapangan.
Selebrasi Vinicius setelah mencetak gol memicu reaksi keras dari pemain dan pendukung tuan rumah. Situasi memanas ketika pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dituding melontarkan kata-kata rasis kepada Vinicius. Insiden ini langsung menjadi sorotan, mengingat kampanye anti-rasisme yang terus digalakkan di sepak bola Eropa.
Rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ia menilai perilaku semacam itu tidak dapat diterima dalam kompetisi sebesar Liga Champions, yang disaksikan jutaan penggemar di seluruh dunia.
Mbappe mengungkapkan bahwa Prestianni diduga menyebut Vinicius dengan kata "monyet" sebanyak beberapa kali. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat jelas dan tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, sepak bola harus menjadi contoh positif bagi generasi muda, bukan tempat bagi perilaku diskriminatif.
Striker asal Prancis itu mendesak UEFA untuk mengambil tindakan tegas jika tuduhan tersebut terbukti benar. Ia bahkan menyarankan agar Prestianni dicoret dari kompetisi Liga Champions sebagai bentuk sanksi tegas terhadap rasisme di sepak bola.
Mbappe juga menegaskan bahwa timnya tidak memiliki masalah dengan klub, pelatih, atau suporter Benfica secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kritiknya hanya ditujukan pada perilaku individu yang dianggap melanggar nilai sportivitas dan kemanusiaan.
Mbappe menilai Liga Champions adalah panggung impian bagi banyak pemain dan anak-anak di seluruh dunia. Oleh karena itu, setiap tindakan di dalamnya harus mencerminkan nilai sportivitas, rasa hormat, dan persatuan. Ia menegaskan bahwa dunia menyaksikan, sehingga perilaku negatif tidak boleh dibiarkan.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak pemain Portugal yang ia kenal selalu menunjukkan sikap hormat. Namun, jika ada individu yang bertindak sebaliknya, maka hal tersebut harus diungkap dan ditindak. Mbappe percaya transparansi penting untuk menjaga integritas sepak bola.
Kini, keputusan berada di tangan UEFA untuk menyelidiki insiden tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan rasisme di sepak bola masih berlanjut, dan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga olahraga ini tetap inklusif dan bermartabat. Saksikan terus gosip para pemain bintang, dan berita sepak bola terupdate lainnya hanya di ShotsGoal!