Competitions
Victor Osimhen mengenang masa-masa sulit ketika ayahnya sakit parah di Nigeria. Saat itu, Osimhen masih bermain untuk Lille dan tengah menghadapi tekanan besar dari transfer senilai jutaan euro. Agen-agennya lebih fokus pada urusan bisnis daripada memberikan dukungan pribadi, membuat Osimhen merasa kesepian dan tertekan. Ia harus menghadapi rasa sakit yang mendalam sambil jauh dari keluarga. Situasi semakin sulit saat pandemi Covid-19 membuatnya sulit bepergian. Ia berusaha mendapatkan izin dari klub dan perwakilannya untuk menemani ayahnya, tetapi harus menunggu. Rasa frustasi ini memuncak ketika ia mendengar kabar kematian ayahnya melalui FaceTime, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal. Dalam momen itu, Osimhen meledak emosi. Ia melempar telepon, merusak barang-barang di rumah, dan tetangga datang memeriksa. Ia merasa sangat marah karena olahraga diprioritaskan di atas kemanusiaannya.
Ketika pindah ke Napoli pada 2020, Victor Osimhen membawa amarah dan kesedihan besar, namun menemukan dukungan emosional dari pelatih Luciano Spalletti yang memperlakukannya seperti seorang ayah penuh kepercayaan dan arahan tegas./p>
Pendekatan Spalletti membantu Osimhen mengalihkan energi negatifnya ke lapangan. Ia belajar fokus pada permainan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dalam satu pertandingan, setelah mencetak dua gol, Spalletti menegurnya dengan cara yang memotivasi, membuat Osimhen merasa dihargai dan didukung.
Bimbingan ini menjadi titik balik dalam kariernya. Osimhen mulai menemukan kestabilan emosional, yang kemudian tercermin dalam performanya di Serie A. Ia belajar mengelola emosi dan tetap produktif di lapangan meski beban pribadi berat.
Musim 2022-23 menjadi puncak perjalanan emosional Osimhen. Napoli akhirnya memenangkan Scudetto setelah 33 tahun, dan Osimhen menjadi salah satu kunci keberhasilan tim. Gol-golnya memicu kegembiraan luar biasa bagi para penggemar, yang mengenang sejarah klub dan legenda seperti Maradona.
Osimhen teringat momen haru saat seorang penggemar menangis sambil menunjukkan video Maradona, membuatnya sadar pencapaiannya lebih dari trofi, melainkan sejarah, kebanggaan Napoli, dan ikatan emosional dengan penggemar.
Bagi Osimhen, kemenangan ini juga menjadi simbol perjalanan dari kesedihan pribadi menuju kebanggaan profesional, memperlihatkan bahwa sepak bola bisa menjadi pelipur duka sekaligus panggung prestasi.
Setelah meninggalkan Napoli, Osimhen memutuskan pindah ke Galatasaray sebagai pemain pinjaman. Banyak yang meragukan langkah ini, termasuk mantan agennya. Namun, Osimhen memilih mengikuti hati dan mencari klub yang sejalan dengan gairahnya. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!