Competitions
AC Milan harus menelan kekecewaan besar setelah tersingkir di Babak Semi-Final Piala Super Italia (Supercoppa Italia). I Rossoneri kalah 2-0 dari Napoli dalam laga yang digelar di Al-Awwal Park, Riyadh. Kekalahan ini bukan hanya menghentikan langkah AC Milan, tetapi juga menyisakan kontroversi serius di pinggir lapangan.
Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi tiket ke Babak Final. Atmosfer panas semakin terasa seiring berjalannya laga, terutama ketika emosi para pemain dan staf pelatih mulai sulit dikendalikan. Napoli akhirnya memastikan kemenangan melalui gol David Neres dan Rasmus Hojlund. Hasil tersebut membawa Partenopei melaju ke Babak Final, sementara AC Milan harus angkat koper lebih cepat dari ajang bergengsi ini.
Usai pertandingan, sorotan tidak hanya tertuju pada hasil laga, tetapi juga pada sikap pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. Ia terlibat adu kata dengan asisten pelatih Napoli, Gabriele Oriali, di menit-menit akhir pertandingan.
Insiden tersebut terjadi saat tensi laga berada di puncaknya. Emosi yang memuncak membuat situasi di area teknis memanas, hingga memancing perhatian ofisial pertandingan dan pengawas laga.
Peristiwa ini menjadi pembahasan luas karena dianggap mencederai sportivitas. Terlebih, laga tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan publik internasional, sehingga perilaku di pinggir lapangan ikut menjadi sorotan.
Federasi Sepak Bola Italia melalui FIGC telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut. Jaksa FIGC, Giuseppe Chine, dilaporkan sudah mengantongi dokumen awal sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut laporan media Italia, Inspektur FIGC yang hadir langsung di stadion menyaksikan adu kata tersebut. Hasil pengamatan itu kemudian dituangkan dalam laporan resmi yang menjadi dasar evaluasi disipliner.
Napoli pun merilis pernyataan terbuka yang menuding Allegri melontarkan hinaan berulang kepada Oriali. Klub menilai tindakan tersebut tidak pantas dan meminta otoritas sepak bola menanganinya secara serius demi menjaga etika kompetisi.
Untuk sementara, denda dianggap sebagai sanksi paling realistis. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan otoritas FIGC setelah menelaah detail laporan dan bukti yang tersedia. Kontroversi ini pun berpotensi menjadi bayang-bayang panjang bagi AC Milan dan Massimiliano Allegri. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!