Competitions
Kericuhan suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi sorotan setelah laga antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC di babak 16 besar AFC Champions League 2. Insiden tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi pelatih Ratchaburi, Worrawoot Srimaka, yang mengaku teringat peristiwa kelam di masa lalu.
Menurut Worrawoot, situasi di GBLA membuatnya memprioritaskan keselamatan tim. Ia memilih segera meninggalkan stadion demi menghindari risiko yang lebih besar. Pengalaman tersebut mengingatkannya pada kerusuhan suporter Indonesia yang pernah ia saksikan saat masih menjadi pemain.
Kericuhan di stadion bukan hanya berdampak pada pertandingan, tetapi juga pada rasa aman pemain dan ofisial. Worrawoot menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, sementara hal lain bisa diselesaikan kemudian.
Worrawoot mengungkap bahwa ia pernah menyaksikan kerusuhan besar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang dikenal juga sebagai Stadion Senayan. Ia tidak menyebut waktu pasti, namun kemungkinan merujuk pada final SEA Games 1997 atau final Piala AFF 2002.
Pada dua ajang tersebut, Thailand berhasil mengalahkan Indonesia melalui drama adu penalti. Kekalahan tuan rumah memicu kerusuhan suporter, termasuk pembakaran fasilitas stadion yang disaksikan langsung oleh Worrawoot.
Pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam baginya. Ia menyebut peristiwa itu sebagai momen yang tidak diinginkan siapa pun, namun tetap terukir kuat dalam ingatannya hingga sekarang.
Sebagai mantan pemain timnas Thailand dan kini pelatih, Worrawoot berharap insiden serupa tidak terulang. Ia menilai bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang persatuan, bukan kekerasan yang membahayakan banyak pihak.
Pernyataan resmi Thai League juga menyampaikan dukungan kepada Ratchaburi FC yang berhasil melewati situasi sulit tersebut. Mereka mengajak penggemar sepak bola untuk menjaga sportivitas dan menciptakan atmosfer pertandingan yang aman.
Kericuhan di GBLA menjadi pengingat bahwa keamanan stadion adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama antara suporter, klub, dan penyelenggara, sepak bola di kawasan Asia Tenggara diharapkan dapat berkembang dalam lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi semua pihak. Jika ingin melihat lebih banyak pembahasan terupdate dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!