Competitions
Kekalahan menyakitkan harus diterima Juventus saat tersingkir dari Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Bermain di Allianz Stadium, Turin, mereka menjamu Galatasaray pada leg kedua babak playoff dengan misi berat membalikkan agregat 5-2 dari leg pertama. Sejak menit awal, Juventus tampil agresif dan penuh determinasi. Dukungan suporter membuat semangat para pemain berlipat ganda. Tiga gol berhasil dicetak di waktu normal, menyamakan agregat menjadi 5-5 dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun, perjuangan luar biasa itu tidak berakhir manis. Di babak tambahan, stamina pemain mulai menurun. Galatasaray memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol penentu, membuat agregat akhir menjadi 7-5 untuk wakil Turki dan memupus harapan tuan rumah melangkah lebih jauh.
Bek Juventus, Federico Gatti, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menilai timnya sudah memberikan segalanya dalam pertandingan tersebut, namun tetap harus menerima kenyataan pahit tersingkir di depan pendukung sendiri.
Menurut Gatti, kemenangan 3-0 di waktu normal membuktikan bahwa Juventus memiliki kualitas untuk bersaing. Ia memuji semangat juang rekan-rekannya yang terus menekan hingga akhir laga meski berada di bawah tekanan besar.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kelelahan di babak tambahan waktu menjadi faktor krusial. Intensitas tinggi sepanjang pertandingan membuat energi tim terkuras, sehingga sulit mempertahankan konsentrasi ketika Galatasaray melancarkan serangan balik cepat.
Gatti secara terbuka menyebut leg pertama sebagai titik krusial kegagalan. Kekalahan 5-2 membuat beban terlalu berat untuk dibalikkan, meski Juventus hampir menciptakan keajaiban di kandang sendiri.
Menurutnya, jika tim tidak tampil ceroboh pada pertemuan awal, situasinya bisa sangat berbeda. Selisih gol yang terlalu jauh memaksa mereka bermain habis-habisan di leg kedua, yang pada akhirnya menguras fisik dan mental.
Ia percaya Juventus sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat pada laga penentuan tersebut. Namun sepak bola sering kali menghukum kesalahan kecil, dan kelengahan di leg pertama menjadi pelajaran mahal yang harus diterima.
Kesalahan itu menjadi pengingat pahit bahwa dalam sepak bola, satu momen kecil bisa menentukan nasib seluruh tim. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!