Competitions
Joan Laporta Kabar baik datang untuk Joan Laporta setelah hakim resmi menolak tuduhan pencucian uang yang dialamatkan kepadanya. Keputusan ini menjadi angin segar bagi sang presiden di tengah situasi politik klub yang sedang memanas. Laporta saat ini tengah membidik masa jabatan keempatnya sebagai orang nomor satu di Barcelona. Tuduhan tersebut dilayangkan oleh seorang anggota klub sepekan sebelumnya. Gugatan itu langsung memicu perhatian publik karena menyangkut isu serius terkait dugaan aliran dana mencurigakan dalam sejumlah kesepakatan bisnis klub. Laporta menanggapi tudingan itu dengan tegas. Ia menyebut laporan tersebut sebagai serangan politik yang tidak berdasar. Baginya, tuduhan tersebut muncul di momen yang mencurigakan, tepat saat suhu pemilihan presiden mulai meningkat.
Perkara ini ditangani hakim Santiago Pedraz yang akhirnya menolak dakwaan terhadap Laporta, bukan karena isi tuduhan terbukti lemah, melainkan karena persoalan teknis yurisdiksi dan batas kewenangan wilayah hukum.
Kasus ini disebut-sebut berkaitan dengan dugaan aktivitas bisnis di Siprus dan Dubai. Namun, sebagian kegiatan yang dipermasalahkan juga terjadi di wilayah Catalonia, sehingga tidak sepenuhnya masuk dalam kewenangan pengadilan nasional.
Karena alasan teknis tersebut, hakim menyatakan gugatan gugur. Artinya, pengadilan pusat tidak memiliki wewenang untuk memproses laporan ini lebih lanjut dalam lingkup yang diajukan penggugat.
Penggugat bernama Isidro Navarro menyoroti lima kebijakan finansial besar selama kepemimpinan Laporta. Salah satu yang paling mencolok adalah komisi kontrak dengan Nike yang nilainya disebut mencapai 50 juta euro.
Selain itu, penyewaan kursi VIP selama 30 tahun dan kontrak telekomunikasi Camp Nou dengan perusahaan NEVG ikut disorot, menimbulkan pertanyaan serius soal kebijakan finansial klub Barcelona.
Tak hanya itu, penjualan aset digital Barca Vision serta proyek renovasi stadion oleh perusahaan Limak ikut dipertanyakan. Semua kesepakatan bernilai besar ini dianggap penggugat sebagai transaksi yang patut dicurigai.
Situasi ini diprediksi terus memanaskan atmosfer politik internal klub. Dengan pemilihan presiden yang semakin dekat, dinamika hukum dan persaingan kandidat diyakini akan terus menjadi sorotan hingga proses demokrasi klub selesai. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!