Competitions
Bursa pemilihan presiden Barcelona mulai menghangat menjelang berakhirnya masa jabatan Joan Laporta pada 2026. Para anggota socio klub dijadwalkan memilih presiden baru melalui pemilihan langsung yang akan digelar antara Maret hingga Juni tahun depan. Situasi ini membuat dinamika politik internal klub kembali menjadi sorotan.
Sejauh ini, Marc Ciria menjadi sosok pertama yang secara terbuka menyatakan niat maju sebagai calon presiden Barcelona. Ia akan menantang Laporta, yang masih memiliki basis dukungan kuat. Seperti tradisi pemilihan presiden Barcelona sebelumnya, janji kampanye pun mulai digaungkan ke publik.
Ciria memahami betul bahwa untuk menarik simpati para pendukung, ia membutuhkan simbol besar. Nama Lionel Messi pun kembali diangkat sebagai agenda utama kampanyenya, mengingat status Messi sebagai legenda terbesar sepanjang sejarah klub.
Marc Ciria secara terang-terangan menyatakan keinginannya membawa pulang Lionel Messi ke Barcelona. Ia menilai kepergian Messi pada 2021 menjadi momen yang menyakitkan karena terjadi akibat krisis finansial klub, bukan karena keinginan sang pemain.
Menurut Ciria, kembalinya Messi harus dilakukan dengan cara yang terhormat dan terbuka. Ia menegaskan bahwa Messi tidak layak kembali secara diam-diam, melainkan harus disambut dengan dukungan penuh dari klub, fans, dan struktur tim yang solid.
Ciria juga melihat Messi bukan hanya sebagai ikon olahraga, tetapi juga sebagai aset komersial yang sangat besar. Ia menyamakan hubungan Messi dan Barcelona seperti Michael Jordan dengan Nike, yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan klub sekaligus mendukung perkembangan pemain La Masia.
Meski ambisi Ciria terdengar menjanjikan, realitas di lapangan tidaklah sederhana. Lionel Messi baru saja menandatangani kontrak baru bersama Inter Miami yang akan berakhir pada 2028. Artinya, peluang kepulangan Messi dalam waktu dekat sangat terbatas.
Selain Ciria, nama Victor Font juga kembali muncul sebagai calon presiden. Font, yang kalah pada pemilihan 2021, kembali membawa narasi Messi dalam kampanyenya. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik Messi dalam politik internal Barcelona.
Kini, pertanyaan besar pun muncul: apakah Messi benar-benar ingin kembali ke Barcelona? Atau janji memulangkan sang legenda hanya akan menjadi alat kampanye semata? Jawabannya akan sangat bergantung pada kondisi finansial klub dan keputusan Messi di masa depan. Nantikan terus kabar terbaru, dan analisis eksklusif seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!