Competitions
Tottenham Hotspur mengejutkan publik dengan memecat Igor Tudor setelah hanya tujuh pertandingan dalam 44 hari. Mantan pelatih Juventus dan Marseille ini ditunjuk pada 13 Februari 2026 sebagai pengganti Thomas Frank, namun hasil buruk membuat posisinya tak bertahan lama. Spurs kini berada di ambang degradasi, hanya selisih satu poin dari zona merah Liga Premier. Tottenham menyampaikan penghargaan kepada Tudor dan asisten timnya, Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci, atas kerja keras selama enam minggu terakhir. Klub juga memberi dukungan kepada Tudor dan keluarganya, sekaligus memastikan informasi terkait pelatih baru akan diumumkan dalam waktu dekat.
Rentetan hasil buruk Tudor membuat posisi Spurs semakin kritis. Dengan tujuh pertandingan tersisa, tim hanya unggul satu peringkat dari zona degradasi. Situasi ini memaksa manajemen klub mengambil keputusan tegas untuk menyelamatkan tim dari kemungkinan turun kasta ke Championship.
Tudor memulai kepemimpinannya dengan tiga kekalahan beruntun dari Arsenal, Fulham, dan Crystal Palace, mencatatkan salah satu awal terburuk bagi pelatih Tottenham. Kejadian ini mengingatkan pada Martin Jol pada 2004, yang juga mengalami awal musim serupa.
Kekalahan terakhir dari Nottingham Forest semakin menambah tekanan. Klub membutuhkan perubahan signifikan di bangku pelatih agar tim bisa bangkit dan menghindari degradasi, terutama menjelang sisa pertandingan yang menentukan nasib Liga Premier.
Tottenham diperkirakan akan menunjuk pelatih baru dalam beberapa hari. Manajemen ingin memberi waktu sekitar 10 hari bagi manajer baru untuk mempersiapkan laga tandang melawan Sunderland pada 12 April 2026. Selama jeda, mantan asisten Tudor, Bruno Saltor, memimpin latihan bagi pemain yang tetap berada di Hotspur Way.
Nama Roberto De Zerbi muncul sebagai kandidat utama. Mantan pelatih Brighton yang baru meninggalkan Marseille dipertimbangkan untuk memimpin tim. Namun, De Zerbi lebih memilih menunggu hingga musim panas untuk kembali melatih, sehingga peluangnya menangani Spurs di akhir musim masih belum pasti.
Tekanan dari suporter juga menjadi faktor penting. Beberapa kelompok pendukung menolak kedatangan De Zerbi karena kontroversi masa lalunya, menambah kompleksitas keputusan manajemen dalam menentukan pelatih ketiga musim ini.
Fans Tottenham berharap langkah cepat manajemen membuahkan hasil positif. Dengan strategi tepat, manajer baru diharapkan bisa membangkitkan tim, mengembalikan kepercayaan suporter, dan menghindari degradasi di akhir musim. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!