Competitions
Crystal Palace resmi kehilangan salah satu pilar utamanya setelah Marc Guehi dilepas ke Manchester City. Transfer ini diumumkan pada Senin (19/1), dengan The Citizens dikabarkan mengeluarkan dana sekitar 20 juta pound untuk mendapatkan bek timnas Inggris tersebut. Guehi pun langsung diikat kontrak jangka panjang hingga 2031.
Kepergian Guehi sejatinya sudah tercium sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan, Oliver Glasner sempat membocorkan kepindahan sang pemain usai Palace kalah 1-2 dari Sunderland. Namun, kepastian transfer ini tetap meninggalkan rasa pahit, terutama bagi sang pelatih.
Bagi Palace, Guehi bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah kapten tim sekaligus sosok penting di lini belakang. Kehilangannya di tengah musim jelas menjadi pukulan besar bagi stabilitas tim yang sedang berjuang menjaga konsistensi di berbagai kompetisi.
Oliver Glasner secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap pemilik klub, Steve Parish. Pelatih asal Austria itu merasa penjualan Guehi dilakukan tanpa persetujuan maupun diskusi dengannya sebagai manajer tim. Situasi ini membuat Glasner merasa tidak dihargai.
Glasner menilai keputusan tersebut menunjukkan kurangnya dukungan manajemen terhadap proyek jangka panjang yang sedang ia bangun di Selhurst Park. Ia menganggap mustahil meraih prestasi maksimal jika pemain kunci terus dijual secara sepihak.
Yang membuat emosinya semakin memuncak, kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Dalam kurun enam bulan terakhir, Glasner sudah dua kali kehilangan pemain penting tepat sebelum pertandingan besar, sesuatu yang menurutnya sangat tidak profesional.
Sebelum Marc Guehi, Crystal Palace juga lebih dulu melepas Eberechi Eze ke Arsenal pada musim panas lalu. Eze dan Guehi merupakan dua pemain utama yang menjadi fondasi permainan Glasner. Kehilangan keduanya membuat sang pelatih merasa "hatinya hancur".
Dalam pernyataannya yang dikutip dari BBC, Glasner mengaku belum pernah mengalami situasi seperti ini sepanjang 30 tahun kariernya di dunia sepak bola. Dua kali kehilangan pemain inti dalam waktu singkat dinilainya sebagai kondisi yang sulit diterima.
Tak heran jika laporan terbaru menyebutkan Glasner mulai tidak betah di Palace. Meski sukses mempersembahkan Piala FA dan Community Shield sejak menangani klub pada 2024, konflik dengan manajemen berpotensi membuatnya angkat kaki dari Selhurst Park di akhir musim. Jika ingin melihat lebih banyak pembahasan terupdate dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!