Competitions
Perjalanan Xabi Alonso bersama Real Madrid harus berakhir lebih cepat dari perkiraan. Pelatih berusia 44 tahun itu resmi diberhentikan pada Senin (12/1/2026), tidak sampai 24 jam setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Keputusan tersebut langsung memicu berbagai reaksi di dunia sepak bola.
Alonso sebenarnya baru ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada musim panas 2025. Eks pelatih Bayer Leverkusen itu datang dengan reputasi menjanjikan, namun hasil dan situasi internal tim membuat masa baktinya berakhir singkat. Salah satu faktor yang disebut-sebut menjadi penyebab adalah kegagalannya menguasai ruang ganti.
Pemecatan Alonso kembali menegaskan bahwa Real Madrid adalah klub dengan standar sangat tinggi. Sedikit saja hasil buruk bisa berujung pada keputusan besar. Situasi ini menjadi gambaran betapa kerasnya dunia kepelatihan di level elite Eropa.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, ikut memberikan komentarnya terkait pemecatan Xabi Alonso. Meski Alonso gagal bersama Madrid, Flick menilai hal tersebut tidak mengurangi kualitas sang pelatih. Ia justru percaya Alonso masih memiliki masa depan yang sangat cerah.
Flick mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Alonso. Keduanya pernah bertemu saat Flick masih melatih Timnas Jerman dan Alonso menangani Bayer Leverkusen. Sejak saat itu, komunikasi di antara mereka tetap terjalin dengan baik.
Menurut Flick, apa yang terjadi pada Alonso adalah bagian dari dinamika sepak bola. Ia menegaskan bahwa kegagalan di satu klub besar tidak serta-merta menghapus kapasitas dan potensi seorang pelatih, apalagi dengan usia Alonso yang masih relatif muda.
Hansi Flick meyakini Xabi Alonso tidak akan lama menganggur. Dengan pengalaman dan ide sepak bola yang dimilikinya, Alonso dinilai tetap menjadi sosok menarik bagi banyak klub besar di Eropa. Flick percaya proyek besar berikutnya akan segera datang.
Flick juga menekankan bahwa sepak bola selalu bergerak cepat. Pelatih dan pemain harus mampu bangkit serta melanjutkan perjalanan setelah mengalami kegagalan. Dalam pandangannya, Alonso adalah tipe pelatih yang mampu belajar dari situasi sulit.
Dengan rekam jejak positif bersama Bayer Leverkusen dan pengalaman singkat di Real Madrid, Xabi Alonso masih memiliki nilai tinggi di pasar pelatih. Dukungan dari sosok seperti Flick menjadi bukti bahwa reputasi Alonso di mata rekan sejawat tetap terjaga dan penuh harapan. Jika ingin melihat lebih banyak pembahasan terupdate dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!