Competitions
Barcelona harus menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou. Hasil ini membuat peluang Barcelona untuk lolos semakin berat. Hansi Flick, pelatih asal Jerman, menunjukkan kemarahan besar usai pertandingan. Kekesalan muncul terutama karena keputusan wasit dan VAR dianggap merugikan timnya, terutama pada insiden handball yang dilakukan pemain Atletico. Bek Atletico, Marc Pubill, menyentuh bola dengan tangan untuk menghentikan laju permainan, yang menurut Flick seharusnya dianggap penalti. Kekalahan ini menambah tekanan bagi Barcelona menjelang leg kedua di kandang lawan.
Flick menuding VAR terlalu memihak Atletico dan bahkan menyindir petugas VAR yang berasal dari Jerman, negaranya sendiri. Ia merasa standar keputusan tidak konsisten dibandingkan insiden sebelumnya, seperti kartu merah yang diterima pemain Barcelona, Pau Cubarsi, pada babak pertama.
Pelatih berusia 63 tahun itu menekankan bahwa seharusnya VAR memanggil wasit untuk meninjau insiden tersebut, sama seperti yang terjadi pada Tyrone Mings di Aston Villa pada 2024 saat melawan Club Brugge. Flick menyatakan frustrasinya dengan nada sarkastis.
"VAR sangat fokus untuk Atletico hari ini. Petugasnya orang Jerman, jadi terima kasih Jerman," ujar Flick dengan nada geram. Ia menilai seharusnya kartu merah dan penalti diberikan kepada Atletico.
Senada dengan Flick, bek Barcelona Ronald Araujo juga merasa heran dengan keputusan wasit. Ia menegaskan bahwa kontak tangan jelas terjadi di kotak penalti dan layak mendapatkan hukuman.
Para pemain Barcelona terlihat frustrasi dan kesal di lapangan. Kekalahan ini membuat tekanan pada leg kedua semakin berat, karena tim harus mengejar defisit dua gol agar tetap punya peluang lolos ke semifinal.
Kekacauan keputusan wasit ini memicu pertanyaan serius tentang konsistensi di kompetisi Eropa, di mana insiden serupa sering diperlakukan berbeda, menimbulkan kontroversi dan keraguan publik terhadap standar fair play.
Dengan frustrasi dan pertanyaan soal konsistensi wasit masih membayangi, Barcelona harus fokus penuh menghadapi leg kedua demi membalikkan defisit dan menjaga harapan lolos ke semifinal tetap hidup. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!