Competitions
Nama Gian Piero Gasperini sempat masuk dalam radar Juventus pada bursa musim panas 2025. Manajemen Bianconeri kala itu mencari sosok pelatih berpengalaman untuk membawa tim kembali ke jalur persaingan gelar Serie A setelah performa yang naik turun.
Meski memiliki latar belakang kuat dengan Juventus karena pernah dididik di akademi klub tersebut, Gasperini justru memilih menolak tawaran tersebut. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan matang, baik dari sisi proyek tim maupun tantangan profesional yang ingin ia hadapi.
Juventus akhirnya tetap melanjutkan kerja sama dengan Igor Tudor, sebelum kemudian memutuskan hubungan di pertengahan musim dan menunjuk Luciano Spalletti. Sementara Gasperini melangkah ke arah berbeda dengan menerima pinangan AS Roma.
Gian Piero Gasperini mengaku lebih tertarik menukangi AS Roma karena merasa proyek yang ditawarkan Giallorossi lebih sesuai dengan visinya. Ia menilai Roma memberi ruang lebih besar untuk membangun tim secara bertahap dan kompetitif.
Menurut Gasperini, melatih Juventus justru menghadirkan tekanan yang lebih besar karena tuntutan instan untuk selalu menang dan meraih trofi. Ia menyebut pilihan bergabung dengan Roma sebagai keputusan yang lebih menantang sekaligus memuaskan secara profesional.
"Saya senang dengan apa yang sudah terjadi. Melatih Juventus itu lebih sulit karena ekspektasinya sangat tinggi," ujar Gasperini dalam wawancara dengan Sky Italia, menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusannya.
Meski menolak Juventus, Gasperini tetap memandang klub asal Turin itu sebagai barometer kekuatan di sepak bola Italia. Setiap kali tim asuhannya menghadapi Juventus, laga tersebut selalu menjadi ujian penting.
Baginya, mengalahkan Juventus adalah tanda bahwa sebuah tim memiliki daya saing tinggi di Serie A. Bahkan di musim yang dianggap kurang sukses sekalipun, Juventus tetap berada di level elite sepak bola Italia.
"Juventus selalu menjadi tolok ukur dalam karier saya. Ketika Anda bisa mengalahkan mereka, itu berarti tim Anda kompetitif," tegas Gasperini. Filosofi inilah yang kini ia tanamkan di AS Roma untuk bersaing di papan atas dan terus berkembang sebagai kekuatan baru di Serie A. Saksikan terus berita sepak bola terkini dengan mudah hanya di ShotsGoal!, semua kabar menarik hadir setiap hari!