Competitions
Keputusan penting datang dari FIFA terkait polemik yang melibatkan Iran menjelang Piala Dunia 2026. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa seluruh pertandingan akan tetap berlangsung sesuai jadwal resmi yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025. Pernyataan ini sekaligus menutup peluang Iran untuk memindahkan laga mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Isu ini mencuat setelah Iran secara resmi mengajukan permintaan kepada FIFA agar pertandingan fase grup mereka tidak digelar di wilayah Amerika Serikat. Permintaan tersebut didasari oleh kekhawatiran serius terhadap keamanan tim, menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah pada akhir Februari 2026.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa mereka tetap berpegang pada rencana awal. Organisasi tersebut juga menyatakan terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh federasi peserta, termasuk Iran, guna memastikan kelancaran persiapan turnamen.
"FIFA secara rutin berkomunikasi dengan semua asosiasi anggota, termasuk Iran, dalam persiapan Piala Dunia 2026. Kami menantikan semua tim bertanding sesuai jadwal yang telah diumumkan," demikian pernyataan resmi FIFA.
Meski menggunakan bahasa yang diplomatis, keputusan tersebut secara jelas menunjukkan bahwa FIFA belum mengakomodasi permintaan Iran. Dengan demikian, untuk saat ini Iran masih dijadwalkan menjalani pertandingan mereka di Amerika Serikat.
Situasi semakin memanas setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memicu kontroversi. Ia menyatakan bahwa Iran tetap diizinkan datang untuk bertanding, namun juga mengakui adanya potensi risiko keamanan.
"Iran dipersilakan datang, tetapi saya rasa tidak tepat bagi mereka berada di sini, demi keselamatan mereka sendiri," ujar Trump.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari pihak Iran. Tim nasional Iran menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat menghalangi mereka untuk tampil di Piala Dunia. Namun, di sisi lain, Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan sikap yang lebih tegas.
Menurut Taj, jika keamanan tidak dapat dijamin secara penuh, maka Iran tidak akan mengirimkan timnya ke Amerika Serikat. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan ke Meksiko.
"Kami sedang berdiskusi dengan FIFA agar pertandingan Iran dapat digelar di Meksiko. Jika keamanan tidak terjamin, kami tentu tidak akan pergi ke Amerika," tegas Taj.
Tidak hanya dari federasi sepak bola, kritik juga datang dari perwakilan diplomatik Iran. Duta Besar Iran untuk Meksiko menyoroti kurangnya kerja sama dari Amerika Serikat, khususnya terkait penerbitan visa dan dukungan logistik bagi delegasi Iran.
Hal ini semakin memperkuat alasan Iran untuk meminta perubahan lokasi pertandingan. Di sisi lain, pemerintah Meksiko menunjukkan sikap terbuka terhadap kemungkinan tersebut.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan bahwa negaranya siap jika diminta menjadi tuan rumah tambahan bagi pertandingan Iran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan FIFA.
"Mexico memiliki hubungan diplomatik dengan semua negara. Kami akan menunggu keputusan FIFA," ujar Sheinbaum.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen ini dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026.
Iran sendiri telah memastikan tiket ke putaran final setelah tampil impresif di babak kualifikasi. Mereka menjadi tim kedua dari Asia yang lolos, setelah Jepang, dengan status juara grup.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Iran akan menjalani laga fase grup melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta menghadapi Mesir di Seattle. Seluruh pertandingan tersebut saat ini masih dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Dengan kondisi geopolitik yang belum stabil, Iran kini berada dalam posisi sulit. Jika FIFA tetap pada keputusannya, Iran harus memilih antara tetap bermain di Amerika Serikat dengan risiko keamanan, atau mengambil langkah ekstrem dengan tidak berpartisipasi dalam turnamen.
Keputusan FIFA untuk mempertahankan jadwal menunjukkan bahwa stabilitas turnamen menjadi prioritas utama. Namun, tekanan politik dan isu keamanan yang terus berkembang bisa saja memicu perubahan di kemudian hari.
Publik sepak bola dunia kini menanti langkah selanjutnya dari FIFA. Apakah mereka akan tetap konsisten dengan keputusan saat ini, atau membuka ruang kompromi demi menjaga keamanan semua pihak?
Yang jelas, polemik ini menambah dinamika menjelang Piala Dunia 2026, dan berpotensi menjadi salah satu isu terbesar yang menyita perhatian global.
Ikuti Update Bola Terpanas, Jangan sampai ketinggalan berita terbaru seputar sepak bola dunia, transfer pemain, hingga drama Piala Dunia 2026 hanya di ShotsGoal.