Competitions
Federico Dimarco kembali menjadi sorotan setelah tampil luar biasa bersama Inter Milan saat menghadapi Sassuolo. Dalam laga tersebut, Inter menang telak 5-0, dengan Dimarco berperan besar lewat kontribusi tiga assist yang menentukan jalannya pertandingan. Performa impresif itu semakin menegaskan betapa pentingnya peran Dimarco di skema permainan Nerazzurri.
Tak hanya kreatif dalam membantu serangan, bek kiri berusia 28 tahun itu juga menunjukkan kualitas bertahan yang solid. Dimarco sempat melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang, serta melakukan sapuan krusial di garis gawang. Kombinasi kontribusi ofensif dan defensif ini membuat penampilannya dinilai nyaris sempurna.
Penampilan tersebut menambah catatan statistik apik Dimarco di Serie A musim ini. Dari 22 penampilan, ia telah mencatatkan total 13 assist dan lima gol. Angka ini terbilang luar biasa untuk seorang bek kiri, sekaligus menunjukkan perannya sebagai motor serangan dari sisi lapangan.
Penampilan cemerlang Dimarco menuai pujian dari kapten Inter Milan, Lautaro Martinez. Striker asal Argentina itu menyebut Dimarco sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia saat ini, terutama karena kemampuannya menentukan jalannya pertandingan.
Pujian tersebut tidak datang tanpa dasar. Dimarco kini menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu mencatatkan dua digit assist di liga-liga top Eropa. Ia sejajar dengan nama-nama besar seperti Michael Olise dari Bayern Munich dan Bruno Fernandes dari Manchester United.
Pencapaian ini menempatkan Dimarco dalam kelompok elite pemain kreatif Eropa, meski posisinya adalah bek. Peran modern fullback yang dituntut aktif membantu serangan mampu dijalankan Dimarco dengan sangat efektif bersama Inter Milan.
Meski mendapat sanjungan setinggi langit, Federico Dimarco memilih bersikap rendah hati. Menanggapi pujian tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak merasa sebagai pemain yang istimewa dan menilai sepak bola sebagai permainan kolektif.
Dimarco bahkan mengkritisi dirinya sendiri terkait peluang yang gagal menjadi gol. Ia mengaku tidak menendang bola dengan sempurna saat tembakannya hanya membentur mistar, sebuah respons yang menunjukkan sikap profesional dan keinginan untuk terus berkembang.
Menurut Dimarco, penilaian individu bisa berubah dengan cepat di dunia sepak bola. Baginya, yang terpenting adalah hasil tim dan konsistensi performa bersama Inter. Sikap rendah hati inilah yang membuat Dimarco tidak hanya bersinar di lapangan, tetapi juga dihormati sebagai sosok pemain matang dan bermental mulia. Ingin update berita sepak bola paling seru dan cepat? Cek sekarang dengan ShotsGoal, semua kabar menarik hadir setiap harinya!