Competitions
Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola setelah bek Barcelona SC, Mario Pineida, dilaporkan tewas akibat penembakan di Guayaquil, Ekuador. Insiden tragis itu terjadi pada Rabu (17/12/2025) waktu setempat dan langsung dikonfirmasi oleh pihak kepolisian. Kejadian tersebut sontak mengejutkan publik, terutama para penggemar sepak bola Ekuador.
Menurut laporan media setempat, Pineida saat itu berada bersama ibunya dan seorang wanita lain di luar sebuah toko. Dua orang tak dikenal datang menggunakan sepeda motor dan langsung melepaskan tembakan ke arah korban tanpa peringatan. Pineida dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Selain Pineida, satu orang lain juga dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif serta pelaku penembakan.
Mario Pineida dikenal sebagai salah satu bek berpengalaman di sepak bola Ekuador. Pada usia 33 tahun, ia telah mencatatkan perjalanan karier yang cukup panjang dan solid bersama Barcelona SC, salah satu klub terbesar di negara tersebut. Dedikasi dan konsistensinya membuat Pineida menjadi figur penting di lini pertahanan.
Tak hanya di level klub, Pineida juga pernah memperkuat Timnas Ekuador. Ia mencatatkan sembilan caps bersama La Tri dalam rentang waktu 2015 hingga 2021. Meski bukan pemain inti, kehadirannya kerap menjadi pelapis berharga di sektor pertahanan tim nasional.
Sepanjang kariernya, Pineida pernah membela beberapa klub lain. Ia mengawali karier profesional bersama Independiente del Valle, kemudian dipinjamkan ke Fluminense pada 2022 dan El Nacional pada musim berikutnya, sebelum kembali memperkuat Barcelona SC.
Tragedi yang menimpa Pineida kembali menyoroti tingginya tingkat kekerasan di Guayaquil. Wilayah tersebut dikenal rawan aksi kriminal akibat konflik geng dan perdagangan narkoba. Sepanjang Januari hingga Desember tahun ini, tercatat sekitar 1.900 kasus pembunuhan di kawasan tersebut.
Sebelumnya, dunia sepak bola Ekuador juga sempat berduka setelah tiga pemain divisi dua tewas akibat penembakan pada September lalu. Situasi keamanan yang memburuk membuat kekhawatiran semakin meningkat, terutama bagi atlet dan masyarakat umum.
Kementerian Dalam Negeri Ekuador langsung memerintahkan investigasi menyeluruh atas kasus ini. Sementara itu, klub-klub yang pernah dibela Pineida, seperti Fluminense dan Independiente del Valle, menyampaikan ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir untuk sang pemain yang wafat secara tragis. Jika ingin melihat lebih banyak kisah tragis dari dunia olahraga, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!