Competitions
Tottenham Hotspur resmi mengumumkan kedatangan Conor Gallagher pada Rabu (14/1/2026). Gelandang asal Inggris itu dikontrak jangka panjang oleh The Lilywhites setelah didatangkan dari Atletico Madrid. Transfer ini menjadi langkah besar bagi Spurs dalam memperkuat lini tengah mereka di paruh musim.
Menurut laporan jurnalis Fabrizio Romano, Gallagher ditebus dengan nilai transfer mencapai 40 juta euro atau sekitar Rp 786 miliar. Kepindahan ini sekaligus mengakhiri petualangannya yang relatif singkat di Spanyol, setelah hanya sekitar satu setengah musim membela Atletico Madrid.
Gallagher mengaku sangat antusias dengan kepindahannya ke London Utara. Ia menilai Tottenham sebagai klub besar dengan proyek yang menarik. Sang pemain juga menyebut proses transfer berjalan cepat dan lancar, membuatnya tak sabar untuk segera tampil di atas lapangan.
Conor Gallagher sejatinya baru bergabung dengan Atletico Madrid pada 2024 setelah dibeli dari Chelsea. Bersama Los Rojiblancos, ia sempat menjadi bagian penting tim dengan mencatatkan 50 penampilan dan mencetak empat gol di musim pertamanya.
Kontribusinya membantu Atletico finis di posisi ketiga LaLiga, melaju hingga babak 16 besar Liga Champions, serta mencapai semifinal Copa del Rey. Performa tersebut sempat membuat Gallagher dipuji sebagai gelandang pekerja keras yang cocok dengan gaya bermain Diego Simeone.
Namun, situasi berubah pada musim berikutnya. Gallagher mulai kehilangan tempat utama dan lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Minimnya menit bermain membuatnya mempertimbangkan masa depannya, terutama demi menjaga peluang menembus skuad Timnas Inggris.
Alasan utama Gallagher memilih pindah ke Tottenham adalah keinginan untuk bermain lebih reguler. Ia berharap bisa tampil konsisten demi merebut tempat di Timnas Inggris jelang Piala Dunia 2026. Pengalaman panjangnya di Premier League menjadi modal besar.
Sebagai jebolan akademi Chelsea, Gallagher sudah kenyang pengalaman di Liga Inggris. Ia pernah dipinjamkan ke Charlton Athletic, Swansea City, West Bromwich Albion, dan Crystal Palace, yang membentuk mentalitas dan karakter permainannya.
Bagi Tottenham, kehadiran Gallagher diharapkan mampu memberi energi baru. Spurs tengah mengalami periode sulit, hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir dan terdampar di peringkat 14 klasemen. Gallagher diharapkan menjadi salah satu kunci kebangkitan tim asuhan Thomas Frank di sisa musim. Pantau terus pembahasan terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!