Competitions
Perang yang terjadi di Timur Tengah baru-baru ini memiliki efek domino luas. Terbaru, Iran dikabarkan mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026. Apa dampaknya dan apakah ini berarti Indonesia bisa membuka harapan kembali berpartisipasi di turnamen tersebut?
Seperti yang diketahui, dalam satu tahun terakhir, terjadi perang dalam skala besar di Timur Tengah. Perang ini melibatkan Iran dan Israel, yang dipicu oleh serangan Israel ke area militer Iran. Baru-baru ini, situasi bertambah panas karena Amerika Serikat ikut membantu Israel dalam perang ini.
Bahkan, pada 28 Februari 2026 kemarin, serangan dari Amerika Serikat memakan korban vital. Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi sudah meninggal dunia oleh media-media Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan konfirmasi jika Amerika Serikat terlibat dalam operasi tempur yang menewaskan Khamenei.
Iran sendiri membalas dengan serangan terhadap Israel. Serangan-serangan ini menimbulkan ledakan-ledakan yang terasa dampaknya terhadap negara-negara tetangga mereka seperti Qatar dan Bahrain. Bahkan, semua kegiatan olahraga pada hari Minggu, 1 Maret ini sudah dibatalkan di negara-negara tersebut.
Kini, muncul dugaan bahwa Iran tidak akan ikut serta di Piala Dunia 2026. Seperti yang diketahui, Amerika Serikat, bersama Kanada dan Meksiko, menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia tersebut. Belum lagi, kondisi grup yang ditempati Iran menjadi masalah tersendiri.
Iran di Piala Dunia 2026 ini sendiri di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Permasalahan terbesar bagi Iran adalah tempat mereka akan bertanding. Berdasarkan jadwal yang sudah dirilis oleh FIFA, Iran akan memainkan tiga laga di Amerika Serikat, dengan rincian dua laga di negara bagian Kalifornia dan satu laga lagi dimainkan di negara bagian Washington.
Dengan posisi Iran yang sedang berperang dengan Amerika Serikat, ada kemungkinan jika Iran akan menjadi musuh bagi masyarakat setempat. Karenanya, Iran, melalui Presiden Asosiasi Sepak Bola mereka, Mehdi Taj, mempertimbangkan mundur dari turnamen. "Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita akan mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026. Tetapi kami akan berdiskusi lebih lanjut mengenai hal ini," ujar Taj seperti diwartakan oleh media setempat.
FIFA sendiri belum memberikan respon yang tegas mengenai hal ini. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, sudah menyampaikan pendapatnya. "Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk memberikan komentar secara detail, tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia. Kami akan mengusahakan semua negara yang berpartisipasi merasa aman," ujar Grafstrom.
Andai Iran resmi mundur di Piala Dunia 2026 ini, FIFA bisa mempertimbangkan untuk menggantikan mereka dengan negara yang sebelumnya tereliminasi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Akan tetapi, Indonesia kemungkinan tidak masuk pertimbangan. Ini karena Indonesia tereliminasi di Ronde Keempat Kualifikasi Asia lalu.
Dengan posisi Irak yang kini berada di Play-Off Antar Konfederasi, sangat mungkin jika Irak yang akan dipilih untuk menggantikan Iran. Ini membuat UEA, yang kalah dari Irak saat Ronde Kelima di Kualifikasi Asia, akan otomatis naik menggantikan Irak untuk laga Play-Off Antar Konfederasi tersebut. Karenanya, Indonesia mungkin masih harus mengubur impian mereka untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Tentunya, kondisi mengenai berita ini akan diupdate oleh ShotsGoal. Simak terus informasinya secara lengkap hanya di ShotsGoal!