Competitions
Timnas Mesir datang ke Piala Afrika 2025 dengan ekspektasi tinggi, terutama berkat kehadiran Mohamed Salah sebagai kapten dan pemain bintang. Sejak fase grup hingga babak gugur, The Pharaohs tampil cukup meyakinkan dan menunjukkan mental juara. Banyak pihak menilai turnamen ini bisa menjadi momen terbaik Mesir untuk kembali mengangkat trofi.
Perjalanan Mesir menuju semifinal terbilang impresif. Mereka mampu melewati fase grup dengan stabil, lalu menyingkirkan lawan-lawan kuat di babak gugur. Mohamed Salah pun menjadi tumpuan utama, baik sebagai pencetak gol maupun pemimpin di atas lapangan.
Namun, harapan tersebut harus diuji di semifinal saat Mesir berhadapan dengan Senegal. Laga ini diprediksi berjalan ketat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki kualitas pemain bintang dan pengalaman panjang di Piala Afrika.
Pertandingan Senegal vs Mesir yang digelar di Ibn Batouta Stadium, Tanger, berlangsung alot sejak menit awal. Senegal tampil lebih dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik serta intensitas serangan yang konsisten. Mesir cenderung bermain lebih bertahan dan menunggu celah serangan balik.
Tekanan Senegal akhirnya membuahkan hasil di babak kedua. Sadio Mane menjadi pembeda setelah melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung kiper Mesir. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam laga ini dan memastikan kemenangan 1-0 bagi Singa Teranga.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Mesir, karena mereka kembali gagal melangkah ke final. Terakhir kali Mesir mengangkat trofi Piala Afrika adalah pada 2010, dan sejak itu mereka berulang kali kandas di fase-fase krusial.
Sorotan utama tertuju pada Mohamed Salah yang tampil di bawah ekspektasi. Penyerang Liverpool itu gagal memberikan dampak signifikan sepanjang pertandingan. Berdasarkan catatan statistik, Salah bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan dan tak menciptakan umpan kunci selama 90 menit.
Performa ini menjadi antiklimaks, mengingat Salah tampil gemilang di laga-laga sebelumnya. Ia sukses mencetak empat gol dan satu assist sepanjang turnamen, termasuk dua gol di fase grup dan dua gol di babak gugur. Ketajamannya seolah menghilang saat Mesir menghadapi Senegal.
Kegagalan ini menambah daftar kekecewaan Salah di Piala Afrika. Hingga kini, pencapaian terbaiknya bersama Mesir hanyalah runner-up pada edisi 2017 dan 2021. Sementara itu, Senegal melaju ke final dan akan menantang Maroko, yang sebelumnya menyingkirkan Nigeria lewat adu penalti. Jika ingin melihat lebih banyak pembahasan menarik dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!