Competitions
Anthony Gordon mencatatkan malam yang luar biasa saat membawa Newcastle United menang telak atas Qarabag pada leg pertama play-off 16 besar Liga Champions, Rabu (18/02). Penyerang muda tersebut mencetak empat gol hanya dalam satu babak, membantu timnya unggul 5-0 sebelum turun minum. Dua gol di antaranya lahir dari titik penalti, sementara dua lainnya tercipta lewat permainan terbuka yang tajam. Catatan ini membuat Gordon menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh Luiz Adriano. Mantan striker Shakhtar Donetsk itu pernah mencetak empat gol di babak pertama saat menghadapi BATE Borisov pada Oktober 2014 di ajang Liga Champions UEFA. Prestasi tersebut kini kembali terulang setelah 12 tahun.
Dalam laga tersebut, Gordon mencatatkan enam tembakan dan semuanya tepat sasaran. Statistik ini menunjukkan efektivitas luar biasa di depan gawang. Setiap peluang yang ia dapatkan mampu dikonversi menjadi ancaman nyata bagi lawan.
Pelatih Eddie Howe bahkan menilai anak asuhnya itu sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol. Menurut Howe, kontribusi Gordon tidak hanya terlihat saat menguasai bola, tetapi juga dari kerja kerasnya dalam melakukan pressing.
Gol-gol yang tercipta berawal dari sikap agresif dan determinasi tinggi saat merebut bola. Hal ini membuktikan bahwa ketajaman seorang penyerang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencetak gol, tetapi juga oleh etos kerja dan konsistensi sepanjang pertandingan.
Keunggulan 5-0 di babak pertama menjadi bukti dominasi penuh Newcastle United. Mereka tampil percaya diri dan langsung menekan sejak menit awal, membuat Qarabag kesulitan mengembangkan permainan.
Newcastle juga mencatatkan rekor sebagai tim kedua yang mampu unggul lima gol atau lebih di babak pertama dalam laga fase gugur Liga Champions. Sebelumnya, pencapaian serupa dilakukan oleh Bayern Munich saat menghadapi FC Porto pada April 2015.
Dominasi gemilang ini menegaskan perkembangan pesat Newcastle di kompetisi Eropa, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan pesaing serius dengan kualitas dan mental juara.
Bagi Gordon, pencapaian ini bukan hanya soal rekor, tetapi juga bukti bahwa ia mampu bersinar di panggung terbesar Eropa. Jika mampu mempertahankan performa tersebut, namanya bisa semakin diperhitungkan di level tertinggi sepak bola dunia. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!