Competitions
Amnesty International memperingatkan adanya risiko besar terkait hak asasi manusia menjelang Piala Dunia 2026. Turnamen ini, yang sebagian besar digelar di Amerika Serikat, dinilai jauh dari janji awal FIFA sebagai ajang yang aman, bebas, dan inklusif. Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena deportasi massal dan penegakan imigrasi yang agresif. Lebih dari 500.000 orang dideportasi sepanjang tahun lalu, jumlah yang melebihi kapasitas stadion besar seperti MetLife. Amnesty menilai praktik ini bisa meluas ke area stadion, zona suporter, dan kegiatan terkait turnamen. Steve Cockburn, Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesty, menekankan bahwa kondisi saat ini bisa sangat berbeda dibandingkan 18 bulan lalu. Ia meminta jaminan dari FIFA agar aparat imigrasi tidak berada di sekitar lokasi pertandingan, sehingga suporter bisa hadir tanpa rasa takut.
Di Meksiko, pengerahan 100.000 personel keamanan termasuk 20.000 tentara memicu kekhawatiran Amnesty, karena militarisasi berlebihan berpotensi pelanggaran HAM, mengekang protes warga, serta memicu penggusuran, kenaikan properti, dan krisis air sebelum Piala Dunia.
Kelompok perempuan di Kota Meksiko berencana menggelar aksi menuntut keadilan bagi keluarga hilang, sementara Amnesty meminta keamanan, dan di Kanada tunawisma menghadapi risiko pemindahan paksa serta penutupan fasilitas akibat persiapan Piala Dunia.
Amnesty menekankan pentingnya perlindungan khusus bagi kelompok rentan, termasuk LGBTQ+ dan suporter dari negara tertentu seperti Senegal, Pantai Gading, Haiti, dan Iran. Langkah ini penting agar Piala Dunia tetap inklusif dan adil bagi semua pihak.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan Piala Dunia 2026 akan menciptakan dampak ekonomi besar serta lapangan kerja baru, sambil menjamin keamanan turnamen, sementara Kanada berkomitmen menjadikannya inklusif, menghormati hak asasi, dan sesuai hukum.
Namun, otoritas Meksiko belum memberikan tanggapan resmi. Amnesty terus memantau situasi dan mendorong semua pihak, termasuk FIFA, aparat keamanan, dan pemerintah setempat, untuk menjamin keselamatan suporter dan hak warga tetap dihormati.
Amnesty menegaskan bahwa mereka tidak melarang suporter untuk hadir, tetapi meminta agar semua orang memahami risiko yang ada. Suporter tetap dapat menikmati turnamen, tetapi harus membuat keputusan dengan pertimbangan matang.
Cockburn menekankan pentingnya kesadaran terhadap kondisi nyata sebelum menghadiri Piala Dunia. Dengan informasi yang jelas, suporter bisa merayakan sepak bola sambil tetap menjaga keselamatan dan hak asasi diri mereka. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!