Competitions
Kabar tidak sedap menimpa pemain-pemain Indonesia dan Suriname yang saat ini berlaga di liga-liga Belanda. Akibat masalah paspor mereka, pemain-pemain dari kedua negara ini untuk sementara waktu tidak bisa bermain untuk klub yang dinaungi. Bahkan, mereka juga tidak diperbolehkan ikut dalam latihan resmi klub masing-masing.
Awal mula kasus ini dimulai ketika NAC Breda kalah dari Go Ahead Eagles dengan skor 6-0 pada MD27 Eredivisie 2025-2026 yang berlangsung tanggal 15 Maret 2026 lalu. NAC Breda melayangkan protes kepada pihak Eredivisie karena menganggap Dean James, pemain Timnas Indonesia, memiliki status kerja yang bermasalah. Eredivisie pun menanggapi masalah ini dengan serius.
Berdasarkan aturan dari Eredivisie, setiap pemain non-Uni Eropa wajib mendapat gaji yang lebih tinggi dari pemain-pemain Uni Eropa. Menurut aturan, pemain-pemain non-Uni Eropa ini seharusnya mendapat gaji bernilai 150% dari gaji rata-rata Eredivisie. Pada musim 2025-2026 ini, angka tersebut berada di kisaran 560 ribu hingga 600 ribu Euro per tahunnya.
Permasalahan terjadi karena James saat ini hanya mendapat gaji sebesar 150 ribu Euro per tahun. Go Ahead Eagles bersikeras jika ini sesuai dengan kondisi James saat melakukan penandatanganan kontrak. Saat James melakukan perpanjangan kontrak pada Januari 2025 lalu, James masih berstatus pemain Belanda. James sendiri dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia pada 10 Maret 2025, sehingga pernyataan dari Go Ahead Eagles memang tidak salah.
Namun, NAC Breda merasa jika kontrak tersebut harusnya tidak sah. Dengan berganti kewarganegaraan, James, menurut NAC Breda, seharusnya sudah tidak berhak mendapat kontrak tersebut. Bahkan, NAC Breda mendapat info jika Go Ahead Eagles sebenarnya masih mendaftarkan James sebagai pemain Belanda untuk membuat James mendapat gaji yang lebih kecil.
Bahkan, bukan James saja yang tersangkut. Rekan seklubnya yang berasal dari Suriname, Richonell Margaret, juga ikut terseret. Ini berkaitan dengan aturan kewarganegaraan dari Belanda, Indonesia, dan Suriname. Ketiga negara ini mempunyai asas kewarganegaraan tunggal, yang berarti, seseorang hanya bisa memilih satu kewarganegaraan. Akibatnya, kedua pemain ini untuk sementara tidak bisa berpartisipasi untuk Go Ahead Eagles.
Selain dua pemain ini, ada beberapa pemain lain yang sudah dikonfirmasi juga tersangkut masalah paspor ini. Mereka antara lain Justin Hubner (Indonesia, Fortuna Sittard), Etienne Vaessen (Suriname, Groningen), dan Tjaronn Chery (Suriname, Nijmegen). Dua pemain Timnas Indonesia yang berlaga di Eerste Divisie, Tim Geypens (bersama Emmen) dan Nathan Tjoe-A-On (bersama Willem II), diketahui juga terdampak. KNVB sebagai PSSI Belanda menyebut ada setidaknya 25 pemain yang masuk dalam daftar pemain dengan paspor bermasalah ini, meski mereka tidak merilis daftar lengkapnya.
Tentu kita berharap masalah ini dapat diselesaikan secepatnya, agar tidak menghambat perkembangan pemain-pemain Timnas Indonesia di Eredivisie. Simak terus berita sepak bola lainnya secara update dan akurat hanya di ShotsGoal!