Competitions
AC Milan resmi meminjamkan Maximilian Ibrahimovic ke Ajax pada bursa transfer Januari 2026. Penyerang muda berusia 19 tahun itu bergabung dengan klub raksasa Belanda tersebut dengan status pinjaman hingga akhir musim. Ajax juga menyertakan opsi untuk mempermanenkan Maximilian jika performanya dinilai memuaskan.
Kepindahan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan karier Maximilian yang masih berada pada tahap awal. Di Milan, ia belum mendapat banyak kesempatan di tim utama dan lebih sering tampil bersama Milan Futuro. Oleh karena itu, Ajax dinilai sebagai tempat yang tepat untuk menambah jam terbang.
Pengumuman resmi transfer Maximilian disampaikan Ajax pada Rabu (14/1/2026) waktu setempat. Kepindahan ini langsung menarik perhatian publik, mengingat nama besar Ibrahimovic yang lekat dengan sejarah sepak bola Eropa. Namun, fokus utama Ajax tetap pada potensi sang pemain muda.
Direktur Ajax, Marijn Beuker, menjelaskan bahwa Maximilian akan memulai perjalanannya bersama Ajax U-23. Dari sana, ia akan dipantau secara bertahap untuk melihat kesiapan menembus tim utama. Pola ini sejalan dengan tradisi Ajax dalam mengembangkan pemain muda secara sistematis.
Selama membela Milan Futuro di Serie D, Maximilian menunjukkan performa cukup menjanjikan. Ia mencatatkan lima gol dan empat assist, statistik yang dianggap positif untuk pemain seusianya. Meski bermain di level junior, kontribusinya dinilai menunjukkan naluri menyerang yang baik.
Ajax berharap Maximilian dapat berkembang pesat dalam lingkungan yang terkenal dengan filosofi menyerang dan permainan kolektif. Jika mampu beradaptasi dengan cepat, peluangnya untuk mencicipi tim utama Ajax terbuka lebar, terutama dalam jangka menengah.
Kepindahan ke Ajax juga membuat Maximilian mengikuti jejak sang ayah, Zlatan Ibrahimovic, yang pernah membela klub tersebut pada periode 2001-2004. Namun, Maximilian menegaskan bahwa ia tidak ingin hidup di bawah bayang-bayang nama besar ayahnya.
Dalam pernyataannya, Maximilian menekankan bahwa ia ingin dikenal sebagai dirinya sendiri. Ia mengaku senang bisa bergabung dengan Ajax dan melihat kesempatan ini sebagai langkah penting untuk mengembangkan karier serta kepribadiannya sebagai pemain.
Meski begitu, Maximilian tidak menampik bahwa sang ayah memberikan dukungan penuh. Zlatan disebutnya banyak berbagi cerita positif tentang Ajax, Amsterdam, dan atmosfer sepak bola Belanda. Dengan semangat tersebut, Maximilian bertekad membuktikan bahwa dirinya mampu menulis kisah suksesnya sendiri bersama Ajax Pantau terus pembahasan terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ShotsGoal!